by @rojo_octaviann
Selamat Membaca
Kalau kamu terlanjur klik tombol hijau, untuk balik kesini, ketik aja kangjoo.id yak- Kalau kamu merasa ada manfaat kamu boleh share link ini ke temanmu
Buat yang udah baca chapter 3 langsung baca chapter 4 (halaman ini)
Chapter 4 - Rojo’s Stories
Disclaimer dulu yaa
Kisah ini aku ceritakan berdasarkan pengalaman yang aku dapatkan, adapun chapter berikutya akan terus bersambung dengan alur yang berbeda. Selagi aku masih mood buat nulis 😊
Akhirnya berangkat. Setelah berkas lengkap dan visa pelajar sudah aman barulah kami meluncur ke thailand. Sesampainya disana kami langsung di Jemput oleh mas sukemi.
Loh … mas sukemi ini siapa ? jadi mas sukemi adalah teman mama gufron. wkwk lain mas kemi adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi master di KMUTT.
Kebetulan program yang aku ikuti terbuka juga untuk mahasiswa S2 seperti beliau. Akhirnya bertemulah kami disana. Aku bersyukur bertemu mas kemi, setidaknya ada kawan indonesia yang sudah Hapal daerah sana
Sesampainya di penginapan, kami sedikit terkejut karena awalnya aku pikir bakal stay di asrama sederhana, ehh ternyata kami di berikan Apartment mewah lengkap dengan fasilitasnya.
Waduuh surga dunia banget saat itu. Pikirku, hiruk pikuk dunia Bangkok dikombinasikan dengan tempat tinggal full fasilitas ah sudahlah, tapi kan aku anak baik baik.
Oke aku stay disini hanya seminggu karena setelahnya aku harus meluncur ke utara terlebih dahulu untuk menyelesaikan penelitianku. Setelah itu, baruu apartement ini bebas untuk aku tinggali. Yaa pastinya setelah lebaran nanti, aku baru bisa menempati kamarku.
Oia nama apartmentnya Heliconia KMUTT kalian bisa cek di google, rekomen banget kalau kalian mau liburan kesana, tapi untuk biayanya lumayan mahal yak
Sebelum tidur mas kemi mengajak kami untuk berburu makan malam, karena kami memang belum makan sejak siang tadii.
Sebenarnya di sekitaran Apartment KMUTT Penjual makanan sangat berlimpah bahkan sampai tengah malam sekalipun, namun karena mau coba sesuatu yang beda, akhirnya kami meluncur dengan tuk tuk, yakni kendaraan seperti bajaj yang gesit memecah kepadatan metropolitan
Setelah balik ke apartment, aku langsung beristirahat untuk kegiatan selanjutnya esok hari. Okee pagi sekitar pukul 9, kami melakukan pembukaan sekaligus pengarahan dengan para mahasiswa International lainnya. Peserta program ini bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga perwakilan dari beberapa negara. Seperti Malaysia, Taiwan, China, Laos, Jepang, India, Vietnam, Kamboja, dan Australia. Ada sekitar 24 orang dari berbagai macam negara.
Oia aku ingat. ada 1 rekanku bernama vanshaj asal India yang diakhir Program membeli TV 50 inch untuk dibawa ke negaranya, wanjaay, spontan aku tanya, kenapa beli TV disini ?? dia jawab, disini murah dan berbeda kualitasnya, huftt nampaknya kalau lebih lama lagi, dia bisa jadi Agen distributor resmi
Lanjoot …Iya Pagi itu kami bertemu semua Delegasi dan juga para dosen pembimbing. Aku mengenakan batik khas banyuwangi berwarna hitam dengan motif kuning keemasan, batik itu diberikan oleh orang tuaku yang dibeli langsung di kampung halaman.
Setidaknya itu caraku memperkenalkan budaya Indonesia kepada mereka. Aku ingat saat itu membawa 4 helai batik dan tak satupun aku bawa pulang karena semua batik diminta teman temanku disana
Sebegitu menariknya batik di mata mereka 😊
Seperti yang aku bilang sebelumnya aku lolos di program Tipe kedua, yang mana disini aku akan menuju provinsi Nan minggu depan, Awalnya aku pikir hanya aku sendiri warga asing di lokasi tersebut, ternyata ada satu rekanku bernama Le tu Trang (bacanya Le tu cang) gadis asal Vietnam yang juga satu lokasi denganku, Anaknya seruu dan aktif sekali
Ada juga 2 lainnya namun berbeda provinsi. Sisanya mengambil Program tipe 1, yakni full penelitian di Lab kampus.
Okee hari ini jadwal kami untuk bertemu dengan Dosen pembimbing, walaupun aku dan le tu trang satu lokasi, namun dosen pembimbing kami berbeda. Aku Bersama Ajarn Tula sedangkan
Le tu Trang Bersama Ajarn Oum Mingkuan.
Dosen wanita muda yang sangat ramah. Oh yaa, Ajarn itu artinya dosen ya, bacanya (acan) acan lohhh bukan blacan 😊.
Walaupun Ajarn Oum mingkuan bukan pembimbingku, entah mengapa beliau sangat baik kepadaku, bahkan ada moment setelah sebulan di Desa, beliau datang berkunjung hanya untuk mengatarkan stock makanan halal untukku. Dan itu banyak sekali, setidaknya cukup untuk persedianku sahur dan buka puasa selama di desa itu.. Waw pikirku jangan sampai aku ijab Kabul di thailand kala itu. tante culik aku dong wkwk
Oke balik lagi. Masih di kampus niih.
setelah selesai pengarahan kami semua diajak berkeliling untuk melihat keadaan sekitar kampus
Oh ya selama menunggu keberangkatanku ke utara kuhabiskan waktu untuk berdzikir, maksud aku kuhabiskan waktu untuk menghapalkan setiap spot yang ada sekitar apartment KMUTT
Iya aku tipikal orang yang harus mengetahui medan dimana aku berada.
Sehari sebelum keberangkatan aku sempatkan untuk shalat jumat di salah satu masjid disana. karena aku masih terbiasa di Indonesia kaget bukan kepalang,… awalnya salam dan muqodimah masih menggunakan bahasa arab seperti di Indonesia, masih amaan yaa, namun Ketika sudah masuk kutbah….. Tiba tiba mendengarkan ustadz Thailand dengan aksennya ah sudahlaaah 😊
Menuju Utara Thailand
Akhirnya… persiapan sebelum keberangkatan menuju Provinsi Nan. Aku akan diantarkan olah ajarn Thula dan staff fakultas bernama P’bird, udah tau kan Ajarn itu artinya dosen, sedangkan P’ itu artinya kakak, pengucapannya (Pi) jadi kalau P’bird artinya kakak burung, sumpah aku bingung kenapa panggilan mereka begitu unik, apakah bisa terbang seperti burung atau burungnya bagaimana….., ah sudahlah lupakan, aku sempat tanya kenapa di panggil P’bird ? dengan aksen khas thailand dijawab oleh beliau “bikos ayem kiyut laik a berd” wanjayy aku bingung bagaimana menahan tawaku bahkan sampai tersedak, wadoo, aku curiga kalau aku lama disini bisa dapat pangglian P’crocodile wkww. Eits canda 😊
Keesokan harinya aku diantar menuju Provinsi Nan, kalian bisa googling deh, Desa Bo kluea, jujur sampai sekarang banyak sekali kenanganku di Desa itu.
Hubunganku dengan warga lokal disana sudah seperti keluarga, mungkin tinggal masuk gorong-gorong aku sudah bisa maju sebagai kepala desa
Oh ya sebenernya walaupun aku stay di Nan province tapi ada banyak moment aku juga pergi ke berbagai provinsi di Thailand, jadi bener bener dapat pengalaman luar biasa disana.
Mungkin next aku bakal cerita entah di chapter berapa
Oke aku berangkat dari Bangkok sekitar jam 8 pagi dan sampai ke Kantor penelitian Desa Bo kluea di sore hari. Sedikit ngaret pastinya, karena banyak tempat yang kami singgahi selama perjalanan.
Waktu pertama datang ada sedikit rasa canggung karena aku harus berkenalan dengan 2 tim yang juga sedang melakukan riset disana.
Jadi tim pertama seluruhnya berisi wanita dan tim kedua seluruhnya laki laki. Entah mengapa ajarn Tula meminta tim yang isinnya wanita untuk menemaniku, sedangkan tim 2 yang isinya lelaki diminta untuk menemani Le tu trang.
Oke malam itu Ajarn Tula beserta tim izin balik ke Bangkok dan Kami ditinggal di office untuk berdapatasi langsung bersama rekan lainnya.
Lah Tidur di office ? tidaak, walaupun rekan satu timku perempuan semua, tapi tempat tinggal kami terpisah, mereka para wanita tinggal di penginapan samping office sedangkan aku tinggal 1,5 km dari office
Entah mengapa datang ke Desa ini membuat aku semakin bersemangat, nampaknya karena bunga desa eh bukaan, karena faktor udara yang sangat segar dan pemandanganya yang sangat Cantik, iya seperti yang baca cerita ini, 😊 . Kalau kamu cowok boleh deh cantik juga.
Seperti biasa setiap pagi setelah shalat Subuh aku berkeliling desa, bukan untuk berkampanye ataupun berbagi sembako. Iya, aku lari pagi. Intinya fisik dan mental harus terjaga, apalagi kita sedang di negara orang.
Tak jarang ketika aku olahraga bersamaan dengan paman biksu lengkap dengan jubahnya. Sawadee krab ….sapa paman biksu kepadaku.
Aku jawab,' nggeh monggo pakde wkwk
Bayangin Jogingku rasanya bukan olahraga lagi, tapi sudah seperti perjalanan ke barat mencari kitab suci, hanya tinggal tambah 2 anggota siap melawan siluman ni cuy
Jadi ingat Ketika di Indo setiap saat aku bertemu Pak ustadz, eh sekarng aku harus berdampingan dengan paman biksu. Suer deh feeling itu kayak,.. masih gak nyangka karena aku bukan berkunjung sehari atau dua hari, tapi aku bakal full puasa dan lebaran bareng paman biksu di kampung mereka
Gak cuman paman biksu tapi aku juga bertemu warga lokal lainnya yang suka berjalan sore bersama ternak babiinya, sejahtera banget hidup ternak disini healing setiap hari.
Fix hanya tinggal menemukan batu giok untuk mendapatkan kultivasi tingkat 9 wkwkw
Masih banyak kisah di Desa ini, bahkan yang mistis pun adaa
Lanjutt Chapter 5….
kalau mau dengar cerita lanjutannya. Kamu bisa DM aku di @rojo_octaviann. aku gtw harus tulis lanjutannya atau stop sampai disini 😊